Kiat memilih kamera poket

Memilih kamera digital pocket yang berkualitas ?
Pasti anda sudah banyak membaca review ataupun rekomendasi di internet
Disini saya hanya akan mempersingkatnya dalam versi saya.

Satu yang utama adalah :
Ada uang ada Barang – Sudah sangat jelas. Semakin bagus kualitas komponen, semakin mahal harga kamera.

Nah karena hal itu sudah sangat jelas, maka sebenarnya tidak sulit memilih kamera yang berkualitas.

Namun bagi anda yang ‘picky’ ataupun sangat ‘budget concern’ ada beberapa tips yang bisa dipertimbangkan. Tidak banyak agar tidak terlalu memusingkan.

1. Lensa
Sudah pasti, lensa harus menjadi pertimbangan utama. Bila merk yang anda incar, bukan dari major brand, pastikan lebih dahulu buatan mana lensanya. Kalau tidak jelas, lebih baik anda ganti incaran anda, daripada menyesal kemudian. Kemampuan OPTICAL zoom (tele) lensa 4x zoom, sudah cukup. Lebih dari itu akan susah menghasilkan foto yang tajam. Pastikan Optical, bukan digital. Lho kok? Ya karena zooming secara optical (dengan mekanisme lensa) lebih bagus hasilnya daripada pendekatan olah digital. Bila ternyata lebih dari 4x, pastikan kamera sudah dilengkapi teknologi anti shake atau image stabilisation yang berguna untuk mereduksi gejala blur yang umum terjadi pada saat memotret dalam mode zoom. Akan lebih baik bila anda bisa mendapatkan lensa wide dibawah standar 28mm, misalnya 26mm atau 24mm karena dengan jarak lebih dekat, masih bisa mencakup bidang foto bisa lebih luas. Bukankah anda akan lebih sering memotret dalam jarak 1 sampai 5 meter. Jadi lensa zoom tidak akan terlalu berguna.
Anda tidak puas dengan zoom yang pendek? Bila demikian, anda lebih baik mempertimbangkan kamera kelas Prosumer. Namun secara ukuran biasanya tidak lagi pocket size, alias terlalu besar untuk dikantongi.

2. Auto Focus
Semakin cepat kamera mencari fokus paling tajam pada saat anda membidik objek, maka semakin menyenangkan bagi anda dan semakin mudah menghasilkan gambar yang berkualitas dan tajam. Beberapa kamera sangat bagus hasilnya namun, harus beberapa kali shoot dikarenakan autofokus yang lamban ataupun salah fokus.

3. Battery
Bila menggunakan batere AA akan memudahkan anda mengganti batere. Karena mudah didapatkan dimana mana. Untuk performa maksimal dan tahan lama, pastikan setidaknya jenis Alkaline. Ada yang Lithium, namun harganya mahal. Ada juga AA yang rechargable alias bisa diisi ulang. Namun anda (umumnya) harus membeli terpisah unit chargernya. Karena umunya pada saat recharge tidak bisa dilakukan didalam unit kamera. Rekomendasi saya, beli batere rechargable kapasitas min. 2100mA. Beli 2 atau 3 kali dari kebutuhan slot kamera anda. Misalnya kamera anda butuh 2 batere, maka beli setidaknya 4 batere. Namun kamera pocket yang slim biasanya tidak mendukung batere jenis ini. Kamera slim biasanya menggunakan dedicated batere lithium rechargable. Teknologinya jelas lebih advanced dan kapasitas bisa lebih besar meski ukuran baterenya slim dan kecil (rata rata bentuknya seperti batere hp).
Charger / isi ulang bisa dilakukan langsung dalam unit kamera atau telah disediakan charger unit terpisah pada saat membeli.

4. Ergonomic
Bentuk kamera sangat menentukan nyaman tidaknya anda ketika sedang memotret. Beberapa kamera terasa tidak nyaman terutama ketika menekan shutter. Sehingga hasilnya sering tidak fokus / blur. Pastikan kamera bisa tetap mantap dalam genggaman ketika jari kita menekan tombol shutter.

5. Media Simpan
Pilihan memory card biasanya untuk anda yang budget oriented. Bila anda telah mempunyai gadget lain yang menggunakan keping memori sebagai media simpan, akan lebih ekonomis bila pilihan kamera anda menggunakan jenis memori yang sama. Jenis yang paling umum digunakan dalam gadget elektronik secara umum adalah : SDcard, MsDuo dan CF. Masalah harga relatif, namun SDcard paling murah.

Cukup lima hal itu yang menurut saya utama harus anda pertimbangkan dalam memilih kamera. Saya mengasumsikan bahwa calon pilihan anda adalah merk kamera yang umum. Fungsi dan feature lainnya seperti ISO, speed shutter, scene mode, program dan manual mode rasanya hampir sama antar merk sekarang ini.

Jangan terlalu mempertimbangkan resolusi pixel size. Sebenarnya kamera 6 mpixel sudah sangat mencukupi bagi kualitas foto yang akan dihasilkan. Lagipula semakin besar resolusi, semakin lamban proses saving ke memori. Sehingga akan terasa lamban untuk anda yang mengutamakan kecepatan.

Dari puluhan review dan testimonial yang saya baca di internet, secara umum gambaran utama kelebihan dari beberapa merk yang sering saya baca adalah :

Canon = fokus yang cepat
Nikon = pengukuran pencahayaan yang akurat
Olympus = ergonomic yang nyaman dan kokoh
Kodak = ekonomis tanpa mengorbankan image quality
Sony = unggul di ruangan yang kurang cahaya
Fuji = warna yang cerah

Semoga bermanfaat !

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: